About me

Foto saya
now i'm 27 years old.. and i'm having fun..
Feeds RSS
Feeds RSS

Selasa, 29 Juni 2010

tHe bLuE pLanEt

Hari air memang sudah lewat tanggal 22 Maret yang lalu, tapi aksi hemat air nggak pernah ada batasnya. Cari tahu tips hemat air yang bisa kamu lakukan di rumah, biar julukan "Planet Biru" terus berlaku untuk bumi kita.

Mandi pake shower atau gayung bisa sama iritnya. Hitungannya, 30 gayung air setara dengan volume air yang mengalir dari shower selama 5 menit. The less you use it, the better.


Tampung air bekas membilas piring atau pakaian untuk menyiram toilet. Biasanya, air bilasan terakhir masih cukup bersih dan hanya menyisakan sedikit busa yang bisa disingkirkan dengan mudah.

Seperti kata iklan sebuah merk deterjen, banyak busa bukan berarti lebih bersih, lho. Busa dari sabun dan shampoo yang mengandung bahan kimia justru bisa mencemari air tanah. Jadi, pakai sabun dan shampoo secukupnya saja ya.

Lupakan berendam di bathtub karena kegiatan ini merupakan pemborosan air besar-besaran. Air di bathtub yang terisi penuh bisa dipakai untuk mandi berkali-kali. Lagipula, kamu masih perlu air bersih untuk membasuh tubuhmu setelah selesai berendam.

Dibutuhkan energi listrik atau gas tambahan untuk memanaskan air agar suhunya sesuai dengan keinginan kita. Kalau nggak terpaksa, mandi pakai air dingin saja biar segar sekalian.



UNESCO memprediksi bahwa pada tahun 2020 dunia akan mengalami krisis air global.

THE FACT!!!
  • 2/3 bagian bumi terdiri dari air, tapi hanya 3% yang bisa langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan hanya 1% yang aman untuk diminum. 97% sisanya adalah air asin dari laut.
  • Tidak hanya bumi, 2/3 bagian tubuh kita pun terdiri dari air.
  • Saat kamu merasa haus, ternyata kamu baru kehilangan 1% dari jumlah air dalam tubuhmu.
  • Makhluk hidup hanya bisa bertahan 3 hari tanpa air.
  • Hampir 1/2 penduduk dunia menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air atau air yang tercemar.
  • 1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum.
  • 1 dari 3 orang tidak mendapat sarana sanitasi yang layak.
  • Di Indonesia daerah rawan krisis air bersih di pulau Jawa adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
  • Sumur diperkirakan akan mengalami krisis air bersih yang sangat hebat pada tahun 2015.

Sebagai generasi muda kita harus ikut andil dalam aksi penghematan air. Karena toh dampaknya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang alias anak dan cucu kita jika kita tidak menghemat penggunaan air bersih dari sekarang.

*wakakakakaakkk sok tua banget bahasanya -.-


HIDUP HEMAT AIR!!!

Jumat, 18 Juni 2010

Jatuh Cinta

“Hooaaahhmmmmmmm.. Halo?”

Saat itu sekitar pukul 10.00 di satu pagi bulan Juli yang indah, dan aku baru saja dibangunkan dari tidur yang nyenyak oleh dering telepon yang terlalu awal. Aku tak sadar takdirku berada di ujung lain telepon.

“Apakah ini Leigh?” suara tenor itu bertanya.

“Yeah. Ini Leigh.” Aku langsung duduk tegak, membuat kepalaku terbentur kepala ranjang. Aku mengusap-usap dahiku dan terpaku tak percaya menatap gagang telepon di tanganku.

Aku bertemu Josh ketika kami sama-sama bekerja di sebuah restoran pizza. Bagiku itu cinta pada pandangan pertama, dan seluruh pegawai restoran mengetahuinya. Aku tak peduli kalau Josh lima tahun lebih tua daripada aku atau bahwa ia tidak tahu namaku (itu yang aku kira hingga telepon ini membuktikan sebaliknya). Aku 100% tergila-gila kepada pemuda itu, pemuda yang saat ini berada di ujung lain sambungan teleponku, memanggil namaku…

“Leigh? Halo? Leigh?”

Aku berhasil mengembalikan sedikit kesadaranku untuk menjawab. “Ya. Aku disini. Eh, hai.”

“Leigh, aku perlu bicara denganmu. Apa boleh aku menjemputmu setengah jam lagi?”

Bolehkah dia? “Yeah. Tentu.” Aku menjawab, mencoba terdengar santai. Kami mematikan sambungan, dan aku terpaku menatap telepon selama beberapa saat lagi, sampai aku sadar bahwa aku punya waktu dua puluh delapan menit sebelum pujaan hatiku sampai di pintu depan rumahku untuk menyatakan perasaannya kepadaku.

Tiga puluh menit kemudian, aku berdiri menengadah menatap sosok Josh di ambang pintu rumahku. Rasanya seperti mimpi. Ia tampak agak salah tingkah saat berdiri di sana, tubuh tinggi rampingnya bergerak-gerak gelisah.

“Ayo kita pergi.” Katanya.

Josh lebih dulu berjalan menuju mobilnya, lalu kami sama-sama naik. Ketika kami keluar dari halaman rumahku, aku kembali menatap wajahnya yang tampan. Bibirnya penuh tapi kencang, hidungnya lurus dan sempurna, dan matanya, mata mahoninya yang berkilat, lebar, dan indah sedang… membalas tatapanku! Wajahku merona malu, dan mulutku berusaha mengucapkan sesuatu, tapi Josh memotong perkataanku. Ia tidak berbasa-basi, tapi langsung ke pokok persoalan.

“Aku sudah lama mendengar gosip di tempat kita bekerja,” ia mulai berbicara.

Ini bukan pendahuluan yang kuharapkan.

“Gosip macam apa?” aku memberanikan diri bertanya.

Josh melontarkan tatapan menuduh. “Oh, orang-orang cuma bilang bahwa kau dan aku berkencan, dan bahwa kau dan aku akan bertunangan. Segala macam omongan yang muluk-muluk.” Ia menatapku penuh arti. “Karena aku bahkan tidak pernah berbicara denganmu sampai pagi ini, aku tidak mengerti bagaimana ada orang yang bisa mendapat kesan itu. Kecuali seseorang,” ia berhenti dengan dramatis, “mengatakannya kepada mereka.”

Aku terpaku menatapnya, kaget. Lama aku tidak bisa berbicara, mulutku mencoba menyusun bantahan yang tidak bisa melewati tenggorokanku. Sebuah catut menjepit hatiku, meremasnya sakit. Akhirnya, aku berhasil sedikit menenangkan diri untuk mengatakan, “Aku bersumpah, aku tidak pernah mengucapkan hal semacam itu. Aku mungkin memang” ---tenggorokanku mulai mengerut, tapi aku berhasil berbisik dengan perasaan terhina--- “agak menyukaimu, dan beberapa orang mengetahuinya, tapi aku berjanji, aku bersumpah padamu, aku tidak pernah mengisyaratkan hal-hal lain. Aku minta maaf.”

Josh menatapku. Rasa kagetku karena tuduhannya dan setiap penghinaan yang kurasakan tertera jelas di wajahku. Sesaat kemudian, ia menerima kebenaran yang kunyatakan, dan ia mencoba mengganti topic pembicaraan dengan hal-hal yang lebih ringan. Tapi aku sibuk berusaha menahan airmataku supaya tidak menetes, dan tidak bisa menjadi teman bicara yang baik.

Lima menit kemudian, aku memintanya membawaku ke rumah temanku Annette. Ketika mobilnya pergi, airmataku berderai membasahi pipi. Aku berbalik dan melihat Annette bergegas keluar rumah. Aku berlari ke arahnya dan isak tangis membuat tubuhku bergunjang. Ketika tangisku sudah mereda, sahabatku memegang wajahku dengan kedua tangannya dan berkata pelan, dengan kebijaksanaan yang jauh lebih matang daripada usianya, “Jika rasanya enak, orang takkan menyebutnya jatuh cinta.”

-J.Leigh Tunner-

Rabu, 16 Juni 2010

i need no introduction

meski ini blog pertama saya.. tapi saya merasa 'i need no introduction'..

buat apa perkenalan.. saya anggap kalian suda kenal dengan saya.. hahahaaaa
*artis mode: on*

kalaupun ada banyak orang yang memulai postingan pertamanya dengan perkenalan biarkan mereka seperti itu.. karena saya bukan mereka!!! :D

sebenernya uda lama pengen bikin blog.. tapi baru terealisasi sekarang..

thanks to jeng sekar yang semakin membulatkan tekad saya..

tadinya pengen buat blog buat jualan baju online gitu.. tapi liat ntar deh..
apakah blog ini hanya akan menjadi tempat dimana keyboard saya bebas menari atw buat tempat jualan baju atw bahkan jadi tempat curhatnya para selebritis..

satu pesan dari saya untuk kalian di rabu malam yang dingin ini adalah jangan takut untuk bermimpi.. kencing boleh bayar mandi boleh bayar tapi bermimpi masih gratis!

wassalam..